Showing posts with label dunia anak. Show all posts
Showing posts with label dunia anak. Show all posts

Thursday, July 4, 2013

Penerimaan Siswa-siswi YNA Christian School Tahun Ajaran 2013 / 2014

Penerimaan Siswa YNA Christian School Tahun Ajaran 2013 / 2014
Menerima Anak Didik PG - TK - SD
yang akan dididik bersama Di Jalan Palas Mekar No. 17 RT.03 / RW.09
Kelurahan Umban Sari; Kecamatan Rumbai

Program yang diberikan adalah
-Pendidikan bagi Anak Usia Dini yang mengacu pada BSNP Permendiknas no.58
-Mendongeng Bagi Anak Usia Dini
-Belajar sambil Bermain
-Green Day
-English Day

Dengan biaya Rp. 1.045.500,-
Anak akan mendapatkan:
1. Seragam 3 pasang
2. Paket Erlangga edisi terbaru selama 1 tahun
3. Tas, alat tulis dan perlengkapan selama 1 tahun
4. Free SPP bulan Juli

SALAM....!!
God Bless...!!!

Pelepasan Anak Didik 2012/2013 -2

Setelah rangkaian acara dinas selesai,
kami kembali menyusun acara pelepasan dan perpisahan
Anak Didik Tahun Ajaran 2012 / 2013 yang diadakan di sekolah...

Acara tidak terlalu banyak... hany sebagai lambang
bahwa kami sangat mengasihi anak-anak..
selama 1 tahun anak dipercayakan kepada kami... hingga pada puncaknya
mereka boleh mendapat pendidikan lebih lanjut di Sekolah Dasar...
Kami lepas mereka dengan doa dan ucapan syukur...
dan dengan penuh harapan bahwa kelak anak-anak akan berhasil dan
mencapai cita-citanya setinggi langit...

Acara Pelepasan dan Perpisahan di sekolah mengundang Pendongeng Nasional
yang kebetulan beliau mau bekerjasama dengan kami, yakni Kak Agus DS.
Beliau memberi banyak 'hiburan' bagi anak-anak dan orang tua serta tak ketinggalan, para pendidik pun merasa terhibur, kembali menyelami masa kanak-kanak mereka.
Di samping itu, Beliau sangat banyak memberi masukkan dan motivasi bagi sekolah kami...













Terimakasih Orang Tua....
Terimakasih Para Pendidik...
Terimakasih anak-anak tercinta...
Terimakasih sebesar-besarnya buat Kak Agus DS yang sudah mau menyetrum kami dengan semangatnya sebagai pecinta anak....

TUHAN MEMBERKATI....

Friday, March 29, 2013

Pelatihan Connector Pen

Pada tanggal 22 Maret 2013, YNA Christian School mengikuti
Pelatihan Connector Pen yang diadakan oleh Faber Castell
melalui Gugus VIII - Krisan.
Peserta pelatihan kala itu paling banyak dari YNA C.S.
peserta didik, pendidik dan orang tua murid.

Kami belajar bagaimana menggambar binatang melalui cara yang sederhana.
Lingkaran.... segitiga... dsb...
setelah itu, kami juga belajar bermacam trik mewarna menggunakan connector pen.
mulai dari pointilism, paterning, labirin, dll.
sekian share mengenai pelatihan connector pen yang kami ikuti...
semoga memotivasi pembaca untuk mencoba belajar mewarna dengan connector pen...
tapi maaf karena belum sempat meng-upload gambar-gambarnya...

mungkin lain waktu baru akan di upload trik mewarnanya....

salam...!!


Saturday, March 9, 2013

UBAH BAHASA..!!!!

Mencuri..!!!!
Membunuh...!!!!
Mati...!!!!
masih banyak lagi kata-kata 'kasar' yang sering kita dengar
bahkan yang sering juga diucapkan entah sengaja maupun tidak sengaja di depan anak-anak...

Dengan demikian, sebenarnya kita sedang menanamkan 'kekejaman' pada anak-anak...
terlebih lagi pada Anak Usia Dini...

Beberapa waktu lalu, di sekolah kami, ada kejadian jam tangan seorang anak hilang...
yang ternyata, guru-guru temukan di saku seorang anak yang lain...

Ada juga jajanan.... yang ternyata ditemukan di anak yang sama.... kemudian connector pen,..
dan kasus terakhir sepatu...

secara spontan teman-temannya mengolok-olok anak ini dengan mengatakan "..(nama)...mencuri..!!", "..(nama)....PENCURI...!!!!!," , "Kenapa (nama), bu...??? dia mencuri, ya...?????"

menghadapi hal seperti itu, ingat..... para pendidik tidak boleh gegabah....
memberi label anak bahwa dia 'mencuri'..
istilah-istilah yang masih jauh dari pemahaman anak Usia Dini, alangkah baiknya jangan diucapkan sebagai judgement pada anak tersebut...

Lalu apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi hal seperti itu di sekolah..????

1. Wali kelas mengajak anak masuk dalam kelas / kantor, buat anak senyaman mungkin....

2. Tanyakan apa kah barang itu miliknya....

3. Jika anak mengatakan ingin meminjam, ajarkan anak tersebut meminta izin.

4. Jika anak keukeuh mengatakan itu miliknya, pastikan langsung ke orang tuanya. akan tetapi jika kita yakin bahwa itu bukan miliknya, (kita harus yakin dan bukan menebak-nebak) Jika kita yakin itu bukan miliknya, tanya kan ulang.(jangan menuduh. Pertanyaan berbeda dengan tuduhan)

5. Sepandai-pandainya anak menyembunyikan kebenaran, pendidik harus lebih pandai.. harus jeli dalam membedakan tatapan anak dan cara menanggapi pertanyaan.

6. Berikan pemahaman jika barang bukan miliknya, tidak boleh mengambil sembarangan, atau tanpa izin.

7. Ajar anak untuk mengembalikan barang tersebut kepada pemiliknya dan meminta maaf karena meminjam barang tersebut tanpa izin  (JANGAN gunakan kata mencuri..!!)

8. Poin terakhir, yakni berikan pujian dan penghargaan ketika anak berhasil melakukan poin ke7. (meskipun masih perlu ditemani..)


Berhubung peserta didik kami ternyata tidak hanya 1 kali melakukan hal demikian, pada kali ketiga, pihak kepala sekolah menghubungi orang tua yang bersangkutan...
setelah mengadakan sedikit perbincangan, didapatilah bahwa anak ini selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan (bisa dibilang dimanjakan)
entah dengan cara apapun, orang tua akan selalu berusaha memenuhi apa yang anak ini MAU bukan semata-mata apa yang anak BUTUHKAN.


 Melalui kasus tersebut, dan ternyata melalui pendekatan terakhir, bebrapa hari ke depannya, PUJI TUHAN anak tersebut tidak lagi melakukan hal yang sama.... dan kelebihannya, anak itu menjadi dekat dengan wali kelasnya...

Mengapa Wali Kelas...???
Hal ini memang kami terapkan di sekolah kami, supaya anak mengerti dan mengenal 'mama' di sekolah. bukan tidak mungkin jika guru yang lain, selain wali kelasnya. akan tetapi pendekatan akan lebih efektif jika dilakukan oleh wali kelasnya. selain anak lebih mengenal, justru di sisi lain, pendidik akan membangun chemistry atau kedekatan dengan anak didiknya... yang dengan demikian, suasana kelas akan semakin akrab.

Melalui kasus ini, beberapa hal yang sekolah kami bagikan, yakni:

1. Peranan Wali Kelas sangat penting dalam kepribadian peserta didik nya... bukan sekedar calistung yang wajib ditekankan, melainkan karakter positif yang harusnya ditekankan bagi Anak Usia Dini. Karena pada masa Usia Dini seorang anak adalah landasan utama bagi masa depannya.

2. Harus berhati-hati ketika mengucapkan istilah apapun kepada anak atau di depan anak. UBAH BAHASA media ke dalam bahasa anak dengan memberikan penjelasan yang dimengerti anak. Jangan katakan (nama) mencuri... tapi coba ucapkan perlahan bahwa melakukan tindakan itu, bisa dibilang mencuri. dan (nama) tidak, kan...? (nama) tidak boleh mengambil tanpa izin.... dsb... dan itu dilakukan berdua dengan sang anak. jangan di depan teman-temannya. ketika selesai, baru boleh dibahas di depan teman-temannya. akan tetapi pendidik harus waspada dalam menghadapi tanggapan. arahkan, arahkan dan arahkan. anak akan cepat menangkap ketika kita beri penjelasan dengan bahasa mereka.

3. Karakter anak akan menjadi penopang mereka dalam menjalani kehidupannya di masa yang akan datang....... Karakter apakah yang kita mau ajarkan pada anak didik kita...?????



Referensi:
http://id.prmob.net/anak/induk/pencurian-1785679.html
http://m.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Jika-Anak-Mencuri
http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php?id=1975_Mengatasi-Anak-Suka-Mencuri

Friday, March 8, 2013

8 Maret 2013

Kami seluruh team YNA Christian School mengucapkan
Selamat Berbahagia..
dengan
Julianson Apollo Sinaga






Selamat Menempuh hidup Baru...
TUHAN YESUS Memberkati...!!!

Thursday, March 7, 2013

Tolong..!!!!

Pagi-pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi teriakan anak-anak.
Suara pintu ditendang...
Tangisan...
Anak merengek minta pulang..
Ada yang diam menangis di sudut kelas..

Yah.... nuansa seperti itu yang seringkali kita hadapi di sekolah..
Menjadi pilihan kita sebagai pendidik..
akankah kita diam... membiarkan anak-anak larut dalam masing-masing emosinya..
ataukah kita ikut ambil bagian dalam pengelolaan emosi anak didik kita..??

Mungkin kedengarannya itu adalah hal yang sepele,
namun ketika kita membiarkan anak didik berlarut dengan emosinya masing-masing
Jangan salahkan mereka jika seharian akan menjadi 'hari kebebasan' dalam membuat onar di sekolah...
jangan salahkan mereka jika dalam hari itu dia akan membuat anda marah selalu....

Namun jika kita menyisihkan waktu,
mengesampingkan apapun masalah yang sedang kita hadapi di rumah,
murni menerima anak didik kita dengan emosinya pagi itu,

Sentuhan kita, pelukan kita, dan yang terpenting,
mereka membutuhkan TELINGA kita...

Bumiku Hijau

Pagi ini, anak-anak datang ke sekolah dengan membawa beragam tanaman.
guru, siswa PAUD, siswa SD, semua ikut ambil bagian dalam 'BUMIKU HIJAU"


Meskipun panas terik, keringat mengalir, tak menyurutkan sukacita kami
dalam membersihkan halaman sekolah dan menanam tanaman.


Anak-anak pun tak kenal lelah dalam menyiram tanaman dan menata pot-pot bunga
demi mempercantik sekolah kami...








Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)



Visi :
"Menjadikan Dunia Anak Lebih Berwarna"

     Misi :
- Membangun Kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan segala pihak
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya-upaya pokok yang berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini

     Tujuan : 
- Menanamkan dasar yang kuat dalam aspek intelektual, emosional dan spiritual
- Memberikan kesempatan bagi anak-anak dalam semua golongan ekonomi untuk mengenyam pendidikan
- Merangsang kemampuan dan Potensi anak sejak dini